Jumat, 28 Agustus 2009

AKU

AKU
lahir dari perut ibu..
(bukan kata org...memang BENARKAN !!!.... ..)
Bila dahaga, yang susukan aku.....ibu
Bila lapar, yang menyuapi aku....ibu
Bila sendirian, yang selalu di sampingku.. ..ibu
Kata ibu, perkataan pertama yang aku sebut....Ibu
Bila bangun tidur, aku cari....ibu
Bila nangis, orang pertama yang datang ....ibu
Bila ingin bermanja, aku dekati....ibu
Bila ingin bersandar, aku duduk sebelah....ibu
Bila sedih, yang dapat menghiburku hanya....ibu
Bila nakal, yang memarahi aku....ibu
Bila merajuk, yang membujukku cuma....ibu
Bila melakukan kesalahan, yang paling cepat marah....ibu
Bila takut, yang menenangkan aku....ibu
Bila ingin peluk, yang aku suka peluk....ibu
Aku selalu teringatkan ....ibu
Bila sedih, aku mesti telepon....ibu
Bila senang, orang pertama aku ingin beritahu.... .ibu
Bila marah.. aku suka meluahkannya pada..ibu
Bila takut, aku selalu panggil... "ibuuuuu! "
Bila sakit, orang paling risau adalah....ibu
Bila aku ingin bepergian, orang paling sibuk juga....ibu
Bila buat masalah, yang lebih dulu memarahi aku....ibu
Bila aku ada masalah, yang paling risau.... ibu
Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni.. ibu
Yang selalu masak makanan kegemaranku. ...ibu
Kalau pulang ke kampung, yang selalu memberi bekal.....ibu
Yang selalu menyimpan dan merapihkan barang-barang aku....ibu
Yang selalu berkirim surat dengan aku...ibu
Yang selalu memuji aku....ibu
Yang selalu menasihati aku....ibu
Bila ingin menikah..Orang pertama aku datangi dan minta persetujuan. ....ibu
Aku dan pasangan hidup sendiri....
Bila senang, aku cari....pasanganku
Bila sedih, aku cari....ibu
Bila mendapat keberhasilan, aku ceritakan pada....pasanganku
Bila gagal, aku ceritakan pada....ibu
Bila bahagia, aku peluk erat.....pasanganku
Bila berduka, aku peluk erat.....ibuku
Bila ingin berlibur, aku bawa....pasanganku
Bila sibuk, aku antar anak ke rumah....ibu
Bila sambut valentine.. Aku beri hadiah pada pasanganku
Bila sambut hari ibu...aku cuma dapat ucapkan "Selamat Hari Ibu"
Selalu.. aku ingat pasanganku
Selalu.. ibu ingat aku
Setiap saat... aku akan telepon pasanganku
Entah kapan... aku ingin telepon ibu
Selalu...aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah kapan... aku ingin belikan hadiah untuk ibu

Renungkan:


"Kalau kau sudah selesai belajar dan berkerja....
masih ingatkah kau pada ibu?
tidak banyak yang ibu inginkan... hanya dengan menyapa ibupun cukuplah".
Berderai air mata jika kita mendengarnya. .......
Tapi kalau ibu sudah tiada....... ...
IBUUUU...RINDU IBU.... RINDU SEKALI....
Berapa banyak yang sanggup menyuapi ibunya....
Berapa banyak yang sanggup mencuci muntah ibunya.....
Berapa banyak yang sanggup menggantikan alas tidur ibunya.....
Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya......
Berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya.....
dan akhir sekali berapa banyak yang men-SHOLAT-kan JENAZAH ibunya......

oleh : Mutmainnah Bahnan

Kamis, 27 Agustus 2009

MANUSIA BERSYAHADAT SEBELUM DILAHIRKAN

Oleh : H. Mohamad Fatoni Asyhari, S.Ag

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِن بَنِي آدَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنفُسِهِمْ أَلَسْتَ بِرَبِّكُمْ قَالُواْ بَلَى شَهِدْنَا أَن تَقُولُواْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: " Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan) ". (QS. 7 : 172)

Manusia sebelum hadir di dunia ini ternyata sudah bersaksi atau bersyahadat. Manusia sudah mengenal Allah SWT dan berikrar bahwa Allah SWT adalah Tuhan mereka. Allah SWT menyampaikan ayat ini agar kita tidak lalai atau lengah akan keesaan Allah SWT dan selalu menjalankan ajaran Allah SWT dan Rasul-Nya selama hidup di dunia yang akan dimintai pertanggungjawabannya di akherat nanti.

Jika sebelum lahir kita sudah bersyahadat, lalu apa bukti syahadat kita ?….. dan bagaimana kita bersyahadat dalam kehidupan ini ?..... Kita ingin selalu bersyahadat dalam kehidupan ini agar sukses, bahagia dan selamat di dunia sampai akherat dalam kasih sayang dan ridha Allah SWT. Secara jelas Allah SWT memberikan contoh dalam firman-Nya :

رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنزَلَتْ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ

Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)". (QS. 3 : 53)

Bukti kita bersyahadat adalah iman kita kepada apa saja yang Allah SWT syariatkan untuk manusia dengan menjalankan ajaran-ajaran Allah SWT yang sudah dijelaskan dan dicontohkan oleh para Rasul-Nya, baik berupa perkataan, perbuatan atau ketetapan suatu hukum. Salah satu contoh wujud iman dalam kehidupan sehari-hari adalah upaya kita menyingkirkan duri dari jalan, sebagaimana sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم :

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الإِيْماَنُ بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَ أَدْنَاهَا إِمَاطَةُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ، وَاْلحَياَءُ شُعْبَةٌ مِنَ اْلإِيْمَانِ. رواه مسلم .

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه berkata : bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda : “ Iman terdiri dari tujuh puluhan bagian, yang paling utama adalah ucapan لا اله الا الله (Tidak ada Tuhan selain Allah) dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri dari jalan, dan malu adalah bagian dari iman “. HR. Muslim.

Dalam kehidupan ini, apa saja yang kita lakukan asal diniati ikhlas lillahi ta’ala dan sesuai aturan Allah SWT, semua itu termasuk ibadah dan perwujudan syahadat kita. Banyak orang yang mendikotomikan dunia dan akherat, seakan-akan dunia itu terpisah dari akherat, padahal dunia dan akherat selalu sejajar dan bersamaan. Di dunia ini kita bisa melakukan segala perbuatan yang bernilai akherat meskipun kelihatannya bersifat duniawi. Apakah saat kita berbisnis atau kerja di kantor semuanya itu duniawi semata ? atau ibu rumah tangga yang mengurusi seluruh kegiatan keluarganya, semua itu tidak ada nilai akheratnya ? tidak…..tidak…..dan tidak. Jika saat berbisnis, bekerja dan laksanakan tugas, kita lakukan cara-cara dan aturan bisnis, kerja dan tugas yang Allah SWT perintahkan semata-mata mengharapkan ridha dan karunia-Nya, maka bisnis, kerja dan tugas kita menjadi ibadah dan tentu ada reward/pahalanya. Firman Allah SWT :

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْراً يَرَهُ

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (QS. 99 : 7)

مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik [839] dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. 16 : 97)
[839] Ditekankan dalam ayat ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman.

والله اعلم بالصواب

Bagi yang ingin mendapatkan file PDF artikel ini dan artikel selanjutnya, silahkan download di Link/Tautan Group Facebook “ Titian Islam, طريق الاسلام, The Path of Islam ” dengan klik :
http://www.facebook.com/group.php?gid=101988691899&ref=ts
File ini boleh disebarluaskan untuk kemaslahatan umat.